Indahnya Saling Nasehat-Menasehati

Indahnya Saling Nasehat-Menasehati
BREAKING

Senin, 04 Juni 2018

Al Haliim - Yang Maha penyantun


ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ  يَّتْبَعُهَاۤ اَذًى ۗ  وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima).
ALLOH Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”
QS. Al-Baqarah (2)/263

Sifat penyantun yang sempurna, yang mencakup orang kafir, dzolim, munafik, dan yang suka melakukan maksiat.
Dimana ALLOH SWT memberi mereka tempo dan tidak segera menghukum mereka, dengan harapan mereka akan bertaubat.
Bila ALLOH SWT berkehendak niscaya ALLOH SWT akan segera menghukum mereka dengan sebab dosa-dosa mereka selepas dilakukan oleh mereka.
Karena, dosa-dosa itu mengharuskan adanya akibat berupa hukuman yang segera dan bermacam-macam.
Akan tetapi kesantunan ALLOH SWT itulah yang membuat-Nya memberikan tangguh kepada mereka.

Sebagaimana firman-Nya:

وَلَوْ يُـؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤ بَّةٍ وَّلٰـكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ  فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا

“Dan kalau sekiranya ALLOH menyiksa manusia disebabkan usahanya niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi satu mahluk melata pun.
Akan tetapi ALLOH menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang tertentu.
Maka apabila datang ajal mereka, sesungguhnya ALLOH adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (QS. Fathir (35)/45)

Dia menahan hukuman-Nya untuk segera ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat dosa, maka ALLOH SWT memberi mereka tempo agar mereka bertaubat.
Namun ALLOH SWT tidak lalai bila mereka tetap berbuat dosa dan terus-menerus dalam sikap melampaui batas.

Wujud mengimani nama ALLOH Al-Halim adalah kita mengetahui betapa besar kemurahan ALLOH SWT dan karunia-Nya terhadap hamba-hamba-Nya.
Betapa besar pula kasih sayang-Nya, dimana ALLOH SWT memberikan tempo kepada hamba-hamba-Nya untuk bertaubat.
Dalam tempo itu pun ALLOH SWT tetap berikan karunia-Nya kepada mereka.
Tentu hal ini menuntut kita untuk tahu diri dan banyak mensyukuri nikmat-Nya.
Kalaulah bukan karena sifat penyantun-Nya niscaya kita telah binasa dihukum-Nya...

Rosululloh saw bersabda:
“Tiada sesembahan yang benar kecuali ALLOH Yang Maha Agung dan Yang Maha Penyantun, tiada sesembahan yang benar kecuali ALLOH Robb Arsy yang agung, tiada sesembahan yang benar kecuali ALLOH Robb sekalian langit-langit dan Robb bumi serta Robb Arsy yang mulia.”
HR. Al-Bukhari

Di bulan suci romadhon ini adalah kesempatan emas untuk memurnikan ketaatan kita kepada ALLOH SWT, agar kesungguhan kita ini menjadi sebab ALLOH hunjamkan keyakinan yang sempurna dan pribadi yang mulia sehingga kita senantiasa terpelihara dari sifat dzolim dan sifat munafik.
Selanjutnya kita mlakukan segala sesuatunya semata mata hanya untuk beribadah kepada ALLOH Subhanahu wa Ta'ala...

Al A'dl - Yang Maha Adil


ALLOH SWT berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلاً   ۗ  لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ  ۚ  وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

"Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
QS. Al-An'am (6)/115

Keadillan ALLOH SWT bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apapun dan oleh siapapun.
Keadilan ALLOH SWT juga didasari dengan ilmu ALLOH SWT yang Maha Luas, sehingga tidak mungkin keputusan-Nya itu salah.

ALLOH adalah Pencipta segala keindahan dan keburukan, kebaikan, dan kejahatan.

ALLOH SWT bersifat adil pada ciptaan-Nya, dalam hal ini ada rahasia yang sulit dimengerti.
Maka dari itu, kita perlu memahami bahwa seringkali orang harus mengenal lawan kata dari sesuatu untuk memahaminya.
Orang yang tidak pernah merasakan kesedihan, tidak akan mengenal kebahagiaan.
Jika tidak ada yang buruk, kita tidak akan mengenal keindahan.
Baik dan buruk sama pentingnya.
ALLOH menunjukkan yang satu dengan yang lain, yang benar dengan yang salah, dan menunjukkan kepada kita akibat dari masing-masingnya.
Dia memperlihatkan pahala sebagai lawan kata dari siksaan.
Lalu dipersilakan-Nya kita untuk menggunakan penilaian kita sendiri. Sesuai dengan takdirnya, masing-masing mendapatkan keselamatan dalam penderitaan dan rasa sakit, atau kutukan dalam kekayaan.
ALLOH mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk-Nya.
Hanya ALLOH yang mengetahui nasib kita.
Perwujudan dari nasib itu adalah keadilan-Nya.

ALLOH Maha Adil karena ALLOH selalu menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, sesuai dengan keadilan-Nya Yang Maha Sempurna. Dia bersih dari sifat aniaya, baik dalam hukum-Nya maupun dalam perbuatan-Nya.
Di antara hukum-Nya mengenai hak hamba-hamba-Nya adalah bahwa tidak ada bagi manusia itu kecuali apa yang ia usahakan, dan hasil dari segala usahanya itu akan dilihatnya.
Orang-orang yang saleh akan ditempatkan di surga yang penuh dengan kenikmatan, orang-orang yang mengabaikan perintah ALLOH akan dimasukkan ke dalam neraka yang penuh dengan penderitaan.

Adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan haknya atau semestinya dengan tidak melanggar hak dan kewajiban lainya.

Adil adalah memutuskan perkara sesuai dengan ketentuan ALLOH SWT dalam al-Quran dan ketentuan rosululloh SAW dalam as-Sunnah.

Adl pada manusia adalah orang yang berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran yang ganda.
Dari sinilah kita mengetahui bahwa orang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih, dan seorang yang adil selalu berpihak kepada yang benar, karena baik yang benar maupun yang salah sama-sama harus memperoleh haknya.

Orang yang adil akan melakukan sesuatu yang patut, tidak sewenang-wenang dan berusaha memutuskan perkara secara adil sesuai hukum yang berlaku, tidak memihak kepada siapapun dalam memutuskan suatu perkara, membenarkan yang benar, dan menyalahkan yang salah.

Al Hakam - Yang Maha Menetapkan Hukum


ALLOH, Al Hakam bermakna Yang Menetapkan Hukum bagi segala makhluk-Nya, hukum yang tidak dapat dirubah oleh siapapun.

ALLOH adalah Hakim Agung.
Sebagai Hakim Agung, ALLOH SWT tidak membutuhkan sesuatu, malah sebaliknya segala sesuatu membutuhkan-Nya.
Dia tidak bisa dirayu, disogok, dan disuap.
Di pengadilan ALLOH SWT, semua perkara diputus dengan seadil-adilnya.
Semua alat bukti dapat dihadirkan, bahkan ALLOH SWT sendiri yang akan menjadi saksinya. Jangankan perbuatan yang terlihat, niat yang tersembunyi sekalipun dapat dilihat ALLOH SWT.
Al Hakam, ada 5 pengertian:
Ke 1. Al-Hakam adalah bahwa ALLOH SWT-lah yang Maha Memutuskan dan Menetapkan semua perkara.
Segala yang terjadi di kolong langit dan di atas bumi, didalam perut bumi adalah ketetapan-Nya.
Kapan selembar daun mengering, kapan terlepas dari tangkainya, dan kapan pula jatuhnya ke bumi, Dia-lah yang menetapkan.
Tiada Tuhan selain ALLOH, yang menetapkan segala sesuatu berdasar hukum-Nya.

ALLOH SWT berfirman:
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya.
Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
QS. Al-An'am (6)/59

Ke 2, melalui Asma-Nya ini ALLOH SWT menetapkan bahwa setiap individu manusia akan memperoleh apa yang telah diusahakannya.
Setiap individu menanggung sendiri dosa dan pahalanya.
Anak tidak menanggung dosa bapaknya, demikian juga sebaliknya.
Islam tidak mengenal dosa warisan.

Sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwa setiap manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusakannya, dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepada-nya).”
An-Najm /39-40

Ke 3, sebagai Al-Hakam, ALLOH SWT telah menetapkan kepastian hukum bagi hamba-Nya.
Bagi yang berbakti akan diganjar dengan kebahagiaan, sebaliknya bagi yang durhaka akan dihukum dengan kesengsaraan.

ALLOH SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.”
QS. Al-Infithar /13,14

Ke 4, ALLOH SWT adalah Hakim Agung.
Sebagai Hakim Agung, ALLOH SWT tidak membutuhkan sesuatu, malah sebaliknya segala sesuatu membutuhkan-Nya.
Dia tidak bisa dirayu, disogok, dan disuap.
Di pengadilan ALLOH SWT, semua perkara diputus dengan seadil-adilnya.
Semua alat bukti dapat dihadirkan, bahkan ALLOH SWT sendiri yang akan menjadi saksinya. Jangankan perbuatan yang terlihat, niat yang tersembunyi sekalipun dapat dilihat ALLOH SWT.

Di hadapan ALLOH, mana mungkin kita mengingkari atau sekadar menyembunyikannya?

Ke 5, setiap keputusan yang keluar dari-Nya pastilah merupakan keputusan dan adil dan bijaksana.
ALLOH SWT tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, tapi hamba-Nya lah yang berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri.
Apa pun keputusan-Nya harus kita terima.

ALLOH SWT berfirman:
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu.
Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu.
ALLOH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
QS.  Al-Baqarah (2)/216

Sebagai hambanya Al-Hakam, kita hanya boleh berbaik sangka terhadap apa yang telah diputuskan kepada kita sampai saat ini, juga terhadap apa yang akan diputuskan kelak pada kita di Akherat nanti.
Kita rela dan bersyukur atas keputusan-Nya di Dunia ini, dan kita senantiasa berharap keputusan terbaik buat kita di Akherat kelak...

Al mudzil - Yang Maha Menghinakan.


ALLOH Al Mudzill, artinya ALLOH menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki

ALLOH SWT maha Menghinakan kedudukan seorang hamba yang tidak istiqomah di jalan ALLOH SWT.

ALLOH SWT akan memberikan kehinaan dan kerendahan kepada orang orang selalu memusuhi agama ALLOH, dienulloh, yang tentunya orang orang kafir, orang orang yang menolak ajaran Islam, benci terhadap Islam, bahkan memusuhi terhadap orang islam.

ALLOH memiliki otoritas untuk memuliakan dan menghinakan hamba-Nya.
Seorang hamba dimuliakan karena iman dan amal sholehnya, demikian juga hamba yang lain dihinakan karena perbuatannya.
ALLOH memuliakan dan menghinakan hamba-Nya atas dasar keadilan-Nya.
ALLOH tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, tetapi hamba itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.

ALLOH subhanahu wa ta'ala berfirman :
"Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Q.S. Ali 'Imran (3)/26

Seorang muslim yang memahami Asma ALLOH yang satu ini senantiasa waspada dan hati-hati, sebab bisa jadi kehormatan dan kemuliaan yang kini disandangnya menjadi batu ujian yang justru bisa membalikkan posisinya.

Jika saat ini diberi amanah harta kekayaan, atau jabatan, ia tidak bangga apalagi menyombongkan diri.
Ia tetap tawadhu (rendah hati) sekalipun kekayaannya melimpah, anak buahnya banyak, dan orang lain memberi penghormatan karena kebaikan dan kedermawanannya.
Ia sadar bahwa harta kekayaan, jabatan adalah amanah dan titipan ALLOH agar ia mampu membagikan kesejahteraan kepada yang lain.
Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah perantara untuk mensejahterakan kaum fakir dan miskin.

Seorang Muslim yang menyadari hakikat Asma ALLOH, Al-Mudzil senantiasa hati-hati dalam menggunakan harta kekayaannya.
Ia tidak semena-mena membelanjakannya, apalagi untuk kemaksiatan.

Di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa orang-orang yang menjauhkan diri dari ALLOH dan mengingkari ayat-ayat-Nya akan ditimpakan kehinaan.
Salah satu dari mereka adalah orang-orang Yahudi, sebagaimana diceritakan dalam Al Qur'an,

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) ALLOH dan tali (perjanjian) dengan manusia.
Mereka mendapat murka dari ALLOH dan (selalu) diliputi kesengsaraan."
Q.S. Ali 'Imran (3)/112

"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan..."
Q.S. Yunus (10)/27

"Ya Tuhan kami....
berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu.
Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat.
Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji.
Q.S. Ali 'Imran (3)/194

Ar-Roofi’ - Yang Maha Tinggi


ALLOH, Ar-Roofi' adalah Dia yang meninggikan orang mukmin dengan keselamatan. Dia memuliakan hamba-hamba suci-Nya dengan mendekatkan diri mereka dengan-Nya.

ALLOH SWT berfirman:
orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya ALLOH akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya ALLOH akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan ALLOH Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Mujaadilah (58)/11

Dia-lah ALLOH SWT yang tidak pernah lepas memperhatikan satu per satu hamba-hamba-Nya, memperhitungkan, sekaligus memberi hukuman dan penghargaan.
Orang-orang yang mengukir prestasi semasa hidupnya di dunia ini tidak perlu khawatir perbuatannya sia-sia.
Lambat atau cepat prestasi itu akan diperlihatkan dan dihargai.
Bisa jadi penghargaan itu diberikan pada saat dia masih hidup, atau diberikan saat sudah mati.
Namanya dikenang banyak orang, dijadikan teladan, dijadikan sumber inspirasi, dan ditulis dalam catatan sejarah dengan tinta emas.

Pahlawan Uhud adalah contoh kongkret tentang orang-orang yang ditinggikan derajatnya oleh ALLOH SWT.
Dalam hadits qudsi ALLOH SWT berfirman:
“Ketika kawan-kawanmu mendapat musibah dalam Perang Uhud, ALLOH SWT memindahkan ruh-ruh mereka itu ke dalam burung-burung hijau yang menghinggapi sungai-sungai surga sambil memakan buah-buahannya dan kemudian berlindung ke lampu-lampu emas yang bergantungan di bawah naungan Arsy.
Tatkala mereka merasakan nikmatnya tempat peristirahatan mereka di surga itu, berkatalah mereka: siapakah gerangan yang akan menyampaikan kepada kawan-kawan kami tentang hal ihwal diri kami yang hidup bahagia di surga, agar mereka tidak meninggalkan jihad dan agar mereka tidak licik meninggalkan medan perang?
ALLOH SWT menjawab:
Akulah yang akan menyampaikan kepada mereka perihal diri kamu semua.”
(HR. Ahmad)

Jika kita ingin meneladani ALLOH SWT dalam sifat Ar-Roofi’ ini, maka kita harus berusaha keras untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, serta membela hamba-hamba ALLOH SWT yang memperjuangkan tegak dienulloh.

ALLOH SWT akan meninggikan derajat orang beriman dan beramal sholeh, yang menjalankan semua perintah-Nya serta meninggalkan semua larangan-Nya.
ALLOH SWT meninggikan derajat orang-orang yang senantiasa berakhlak mulia dan suka berbuat kebaikan.
ALLOH SWT juga memuliakan orang-orang yang berilmu dan mau mengamalkannya.
Kemuliaan tersebut akan diberikan ALLOH SWT baik di dunia maupun di akhirat.
 
Copyright © 2013 Belajar Takwa
Design by FBTemplates | BTT