Indahnya Saling Nasehat-Menasehati

Indahnya Saling Nasehat-Menasehati
BREAKING

Kamis, 08 Februari 2018

Al Mutakabbir_Pemilik Segala Keagungan



🕌Asmaul Husna🕌

*Al Mutakabbir* ( المَُتَكَبِّرُ )
_Pemilik Segala Keagungan_


Di dunia ini, bahkan pada hamparan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Alloh. Alloh memiliki kebesaran atas seisi alam semesta ini.
Banyak peristiwa-peristiwa tentang kebesaran Alloh yang belum kita ketahui atau mungkin banyak di sekitar kita namun kita tak menyadarinya.

Secara bahasa *Al-Mutakabbir berarti kebesaran, angkuh, yang tidak tertundukkan.* Alloh Al-Mutakabbir artinya Alloh pemilik segala kebesaran. Kebesaran itu hanya milik Alloh.
Hanya Alloh yang pantas menyandangnya sebab Alloh Maha Besar.
Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ism dari Al-Mutakabbir adalah *takabbur dan kibriya’* yaitu *pemberitahuan tentang hak Alloh SWT bagi sifat-sifat agung dan sempurna*.
Ism Al-Mutakabbir itu mengumpulkan segala makna tanzih (penyucian).
Jadi, barangsiapa mengenal ketinggian, keagungan dan kebesaran Alloh, maka ia akan selalu membiasakan dirinya bersikap hina dan merendah.

Rosululloh saw. bersabda:
_“Semoga Alloh mengasihani hamba yang mengenal kekuasaannya sehingga ia tidak melanggar batasan-batasannya.”_

Imam Ghazaly berpendapat bahwa al-Mutakabbir adalah yang memandang selainnya hina dan rendah bagai pandangan raja kepada hamba sahayanya bahkan merasa bahwa keagungan dan kebesaran hanya miliknya.
Sifat ini tidak mungkin disandang kecuali oleh Alloh.
Karena hanya Dia Yang Berhak dan Wajar bersikap demikian. Setiap yang memandang keagungan dan kebesaran hanya miliknya secara khusus tanpa selainnya, maka pandangan tersebut salah!, Kecuali Alloh SWT.
Tapi ingat!
Bahwa sifat al Mutakabbir ini ditujukan oleh-Nya kepada mereka yang angkuh, yang memandang serta memperlakukan selainnya hina dan rendah.

Alloh berfirman :
_"Dia-lah Alloh Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Alloh dari apa yang mereka persekutukan."_ Q.S. Hasyr (59)/23

Akhirnya, marilah kita berdoa:
 _"Ya Alloh, Aku berlindung kepada-Mu dari setiap kejahatan yang sekarang dan yang akan datang, kejahatan  yang telah aku ketahui dan yang belum aku ketahui. Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu sebaik-baik yang telah diminta kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, yang telah dimohonkan terhindarnya kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu."_ (H.R. Ibnu Majah dan Ahmad)

WAllohu A'lam

🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌

Al Fattah-Maha Pembuka



🕌Asmaul Husna🕌

*Al Fattaah*   (  الفَتَّاحُ  ) 
_Maha Pembuka_


_"Sungguh Kami telah memberi kemenangan kepadamu dengan kemenangan yang nyata."_ (QS. Al-Fath (48)/1

Kata Al-Fattah yang menjadi sifat sekaligus Asma-Nya jgua dapat dijumpai didalam al-Qur'an surat Saba (34)/26.
Sementara sifat Alloh sebagai "Khairul-Faatihiin“ (sebaik-baik pemberi putusan) bisa didapati dalam al-Qur’an surat Al-A’raaf (7)/89.

Al-Fattah diambil dari akar kata *fa-ta-ha*, yang berarti membuka.
Makna dasar itu kemudian berkembang menjadi kemenangan, karena dalam kemenangan itu tersirat adanya sesuatu yang harus diperjuangkan menghadapi halangan, rintangan, dan segala sesuatu yang tertutup. *Di balik setiap kemenangan adalah perjuangan menghadapi penjajahan, penindasan, dan pengungkungan.* Kemenangan itu sendiri adalah pembebasan.

Al-Fatttah, juga digunakan untuk memberi arti *"irfan“* (pengetahuan) karena di dalamnya terdapat usaha membuka tabir kegelapan.

Orang yang belum berpengetahuan berarti orang yang diliputi oleh kegelapan, sedangkan *orang yang berilmu adalah mereka yang melepaskan belenggu kegelapan (minadz-dzulumaat) menuju cahaya terang benderang (ilan-nuur).*

Adalah Alloh swt yang memiliki sifat dan nama Al-Fattaah yang sebenar-benarnya, sebab *Dialah yang membuka segala hal yang tertutup menyangkut perolehan yang diharapkan oleh setiap hamba-Nya.*
Hati manusia yang tertutup dibuka oleh-Nya melalui pintu hidayah sehingga terisi kebenaran dan jalinan cinta.

Pikiran manusia yang tertutup dibuka oleh-Nya melalui ilmu pengetahuan sehingga semua kesulitan dapat ditemukan jawabannya, dan semua problem dapat ditemukan solusinya.
Pintu rezeki hamba yang tertutup dibuka oleh-Nya melalui kegiatan ekonomi sehingga mereka menjadi kaya dan berkecukupan.
Alloh, Al-Fattah yang membuka segala kekurangan menjadi cukup, bahkan berlebih.

*Al-Fattah telah memberi kemenangan yang nyata kepada Rasulullah dan kaum muslimin ketika berhasil merebut kembali kota Makkah*, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Fath (48)/1.
Kemenangan itu kemudian disempurnakan dengan berbondong-bondongnya manusia memasuki dien Islam, sebagaimana firman-Nya:

_“Apabila telah datang pertolongan Alloh dan kemenangan, dan kamu lihat menusia memasuki diem Alloh secara berbondong-bondong.”_ QS. An-Nashr (110)/1-2

Alloh tidak hanya memberi kemenangan kepada Rasululoh dan para sahabatnya, juga kepada setiap hamba-Nya, termasuk kita.

Bukankah kita sering diperhadapkan masalah yang awalnya musykil, kemudian tiba-tiba kita memperoleh secercah cahaya petunjuk-Nya sehingga benang kusut yang kita hadapi terurai dengan sangat mudahnya?

Bukankah kita juga sering menghadapi kesulitan ekonomi, kemudian tiba-tiba langkah kita terbimbing untuk melakukan langkah-langkah usaha yang kemudian memberikan keuntungan yang sebelumnya terasa musykil?
Dialah Al-Fattah, yang telah membuka pintu rezeki kita.

Dia, Al-Fattah terus bekerja memberi pertolongan kepada kita, membuka jalan agar kita sukses dan memperoleh kemenangan dalam menempuh kehidupan di dunia dan selamat hingga di akherat dengan memperoleh surga-Nya. *Dialah, Al-Fattaah yang membuka pintu surga-Nya lebar-lebar untuk kita yang menaati-Nya.*

Sekarang, bagaimana memvisualisasikan Al-Fattaah dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana meneladani akhlaq Alloh, Al-Fattah dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan dalam kehidupan sosial?

Sebagai individu kita harus *senantiasa membuka hati dan pikiran kita untuk menerima kebenaran.* Kita tidak boleh sombong, sebab Ilmu Alloh hanya tercurah kepada mereka yang tidak menyombongkan diri.

Alloh berfirman:
_“Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabbur di muka bumi tanpa alasan yang benar.”_
QS. Al-A’raaf (7)/146

Orang yang meneladani sifat Al-Fattah akan senantiasa terbuka untuk menerima pendapat orang lain. Mereka tidak merasa benar sendiri dan tidak mau menang sendiri.
*Mereka yakin bahwa kebenaran yang hakiki hanya dari Alloh, sedangkan kebenaran yang lain bersifat relatif.* Karenanya mereka tidak memutlakkan pendapatnya sendiri.

Orang yang menginternalisasikan Al-Fattaah dalam dirinya akan senantiasa termotivasi menghadapi hidup.
Mereka tidak mudah patah arang atau frustrasi hanya karena suatu kegagalan.
*Yang mereka takutkan dalam kehidupan ini hanya satu, yaitu bila Alloh menutup pintu-Nya, Dia tak lagi peduli kepadanya, dan membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.*

Sebagai pemimpin, sifat Al-Fattaah itu termanifestasikan dalam kemampuannya untuk menyadarkan kegelapan pikiran orang-orang yang dipimpinnya.
Dalam Al-Fattaah tersirat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan lebih, baik ilmu maupun kharisma.
 *Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intektual, tapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.* Dengan ketiga kecerdasan itu, bawahan yang paling bandel sekalipun dapat “ditaklukkan”.

🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌

Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab, seorang sahabat yang terkenal pemberani dan berwatak keras, sangat membenci Dien Islam dan Nabi Muhammad SAW. Bahkan, ia pernah berniat akan membunuh Nabi SAW. Sampai-sampai seorang sahabat lain, pernah berkata
_"Umar tidak akan masuk Islam, sebelum keledainya masuk Islam terlebih dahulu"_ ;artinya mustahil menurut dia.

Namun Nabi tetap berdakwah dan berdoa:

_"Ya, Alloh. Muliakanlah Islam dengan salah satu di antara dua lelaki yang paling Engkau sukai, (yaitu) dengan Abu Jahl atau dengan Umar bin Khaththab."_

Alloh mengabulkan doa Nabi.
Pada suatu hari Umar bin Khaththab mendapat hidayah dan masuk Dien Islam di hadapan Nabi Muhammad SAW.
Ia menjadi salah seorang sahabat Nabi yang sangat menguatkan Dien Islam di saat sulit.

Alloh-lah Yang menyingkapkan penyelesaian segala persoalan dan menyingkitkan segala hambatan. Sehingga Alloh memiliki nama indah *Al Fattah*, yaitu _Pembuka pintu-pintu rahmat dan rezeki._

Alloh SWT berfirman:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَـنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَـنَا بِالْحَـقِّ   ۗ  وَهُوَ الْـفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

_"Katakanlah, Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan (yaftahu) antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi Keputusan (al fattaahu), Maha Mengetahui."_
QS. Saba' (34)/26

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids

Al Mukmin-Maha Pemberi Keamanan



🌟Asmaul Husna🌟

*Al Mukmin ( المُؤْمِنُ )*
Maha Pemberi Keamanan

🍧
Ketika Rosululloh SAW dan Abu Bakar dikejar-kejar kaum kafir Quraisy, mereka bersembunyi di dalam gua Tsur.

Alloh Yang Maha Memberi Keamanan kemudian menghiasi mulut gua Tsur dengan jaring laba-laba yang memenuhi semua sisi mulut gua. Kaum Quraisy yang mengejar Rosululloh dan Abu Bakar tidak mungkin masuk dan bersembunyi di dalam gua itu. Karena jaring laba-laba itu tetap utuh tidak ada yang terputus satu pun.🕸🕷

Selama beberapa hari, Rosululloh dan Abu Bakar bersembunyi di dalam Gua Tsur. Ketika suasana mulai aman, mereka keluar dari gua kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah. 🌴

Alloh Maha Pemberi Keamanan. Dia menanamkan keimanan di hati para hamba-Nya serta melindungi mereka yang mencari perlindungan-Nya. Sehingga Alloh memiliki nama *Al Mu’min, yaitu Pemberi Keamanan.*

Alloh SWT berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ  اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ  *الْمُؤْمِنُ* الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَـبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۗ  سُبْحٰنَ اللّٰهِ  عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

_"Dialah Alloh, tidak ada Ilah selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, *Yang Menjaga Keamanan*, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan."_
QS. Al-Hasyr (59)/23

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids

Al Qohhar-Maha Penakluk

🕌Asmaul Husna🕌

_*Al Qohhar*_ ( الْقَهَّارُ )
_Maha Penakluk_

_Yang dapat Menaklukkan segala sesuatu; Yang dapat Memaksakan segala yang menjadi Kehendak-Nya Atau Yang Maha Menekan._
_Menaklukan dan mengakhiri segala sesuatu._


Sifat Alloh *Al Qohhar* diartikan sebagai *Yang Maha Menundukkan*. Dialah yang menundukkan siang dan malam, matahari, bulan dan bintang. Semua beredar menurut garis edarnya.
Alloh menundukkan manusia dan menunjukkan keesaanNya agar manusia mau berpikir.

*Alloh menundukkan semua makhluk termasuk manusia.* Tiada yang dapat menolak rencanaNya. Dia yang menimpakan kehinaan dan Alloh pula yang memberi kekuasaan kepada yang dikehendakiNya. Sungguh Alloh menggenggam semua makhluk dalam kekuasaanNya.

*Sebagai makhlukNya kita harus senantiasa mengambil keteladanan dari sifat Al Qohhar, dengan tidak merasa sombong karena kita hanyalah makhluk yang tiada daya.*

Al-Qohhar adalah juga bermakna menjinakkan atau menundukkan. Segala makhluk-Nya dijinakkan dan ditundukkan di bawah kekuasaan-Nya.
 *Tiada satupun makhluk yang menentang-Nya kecuali mereka akan dikalahkan dan dihinakan, sekaligus.*

_"Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui."_
QS. Al-An’am (6)/18

Dalam al-Qur’an, *al-Qohhar* disebut enam kali dan kesemuanya dirangkai setelah penyebutan kata al-Wahid, yang juga merupakan Asma Alloh. Penyebutan nama dan sifat *al-Wahid* di depannya memberi arti kuat bahwa hanya *Dia satu-satunya yang memiliki sifat Al-Qahhar.*
Orang yang mengaku dirinya Qahhar (penakluk) akan dikalahkan dan dihinakan-Nya.
Fir’aun, dalam al-Qur’an dikisahkan pernah mengganggap dirinya sebagai _“Qaahiruun” (penakluk)_
ketika dia memerintahkan untuk membunuh semua bayi lelaki.

_“Fir’aun berkata: Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”_
QS. Al-A’raf (7)/127

Alloh membungkam Fir’aun dan orang-orang kafir lainnya dengan menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya, menekuk lutut para pembangkang dengan kekuasaan-Nya, menjinakkan hati para pecinta-Nya sehingga mereka bersuka cita menanti di depan pintu rahmat-Nya.
Dia pula yang menundukkan panas dan dingin, mengalahkan besi dengan api, memadamkan api dengan air, menghilangkan gelap dengan terang, dan melenyapkan terang dengan kegelapan.

_“Katakanlah: Jelaskan kepadaku, jika Alloh menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Ilah selain Alloh yang bisa mendatangkan sinar terang kepadamu ? Maka apakah kamu tidak mendengar ? Katakanlah: Jelaskan kepadaku, jika Alloh menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Ilah selain Alloh yang bisa mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya ? Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?”_
QS. Al-Qashash (28)/71-72

Sungguh, Alloh telah mengalahkan semua makhluq-Nya, termasuk manusia.
Dialah yang menjadikan manusia menjerit ketika lapar, menjadikannya lemah dan tak berdaya ketika kantuk dan tidur.
Dia pula yang memberi manusia sesuatu yang tidak diinginkan dan menghalangi yang didambakan.
*Tak seorangpun yang bisa menolak ketika diberi celaka atau sakit. Sebaliknya, tak seorangpun yang bisa mendapatkan sesuatu yang dihalangi Alloh.*

Kepada manusia yang biasa menyombongkan ilmu dan teknologinya, Alloh menantang, apakah mereka bisa menahan sebentar saja peredaran matahari?
Apakah mereka juga bisa memperpanjang malam walau sedetik saja? Orang yang beriman segera akan menyadari dan berkata:
_“Maha Suci Robb yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.”_ QS. Az-Zukhruf (43)/12-13

Sekalipun Al-Qohhar merupakan nama dan sifat Alloh yang tak patut seorangpun mengaku sebagai penakluk, tapi hal itu tidak menghalangi orang beriman untuk meneladaninya.

Imam Al-Ghazali mempersyaratkan bagi mereka yang ingin meneladani sifat Al-Qohhar dengan *terlebih dahulu menyadari bahwa tujuan penciptaannya adalah untuk menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi.*

Banyak halangan dan rintangan yang menjadi sebab tak terpenuhinya tujuan penciptaan tersebut, salah satunya adalah hawa nafsu. Untuk itu kita harus *“Qaahiruun”*, menjadi penakluk dan penjinak hawa nafsu kita sendiri.

Dalam hal penaklukan dan penjinakan nafsu, kita harus meneladani cara dan pendekatan Alloh dalam menundukkan dan menjinakkan makhluq-Nya.
 *Ketika Alloh menaklukkan manusia, Dia tidak mencabut kebebasannya, apalagi mematikannya kecuali pada saat yang telah ditetapkan-Nya.*
_*Untuk itu, nafsu tidak boleh dimatikan. Nafsu hanya boleh diarahkan dan dikendalikan.*_

Islam mengakui perlunya memenuhi tuntutan nafsu selama tidak mengantarkan manusia menyimpang dari tujuan penciptaannya. Bagaimana mungkin manusia dicegah untuk memenuhi syahwat perutnya, sementara jasmani yang sehat dan kuat sangat dibutuhkan untuk memikul tugas-tugas di jalan Alloh?

Bagaimana mungkin nafsu seksual diharamkan, sementara anak keturunan yang shaleh sangat didambakan untuk melanjutkan generasi pengemban risalah-Nya ?

Lebih jauh, Al-Qahhor jika dibumikan menjadi *bahasa kepemimpinan*, maka ia berarti kemampuan untuk mengarahkan orang lain pada kebaikan. Pemimpin yang baik adalah *navigator yang tahu jalan yang lurus dan jalan yang harus dihindarinya.*
Ia memiliki kemampuan untuk *membimbing anak buahnya agar senantiasa berjalan di atas rel yang lurus, tidak zig-zag agar lebih cepat mencapai tujuan.*
Untuk itu seorang pemimpin harus mampu *menyatupadukan semua staf dan anggotanya menjadi satu kekuatan yang memiliki visi, misi, dan persepsi yang sama.*
Semoga kita bisa meneladaninya.

Wallohu 'alam.

Rabu, 07 Februari 2018

Al Quddus-Maha Suci



🕌Asmaul Husna🕌

*Al Quddus* ( *القدوس* )
_Maha Suci_



Al Quddus (القدوس) sifat Dzat Alloh Yang Memiliki Mutlak sifat Suci.
Kata dasar dari Al Quddus adalah *Qaddasa yang artinya mensucikan dan Menjauhkan dari kejahatan*, bisa pula diartikan *membesarkan dan mengagungkan*. Kesucian-Nya Alloh ta'ala sangat bersih dari perasaan keji, jahat, negatif dan yang lainnya. Bentuk pengamalan akan asma Alloh adalah dengan mengucapkan Subhanalloh atau Taqaddasallah atau Ta'alalloh.

Kesucian-Nya bersifat mutlak Maha Suci dari Segala Kekurangan, Kata Quddus memiliki akar kata yang sama dengan kata qadasa yang berarti "suci".
 *Asma Al-Quddus bermakna "mutlak tidak memiliki kekurangan, ketidaksempurnaan, kekurangan, maupun kelemahan".*
Seluruh kesempurnaan dan kemutlakan yang mungkin ada. Dia melebihinya dan Dialah puncaknya.

Imam Al-Ghazali bahkan berpendapat, Al-Quddus adalah *kemahasucian Alloh dari segala bentuk kesempurnaan yang masih bisa diduga oleh mahluk.*
Menurutnya, sungguh _tidak patut bila seorang raja dikatakan sekedar sebagai "Sang bukan-rakyat". Raja adalah raja._ Maka, *Al-Quddus adalah mutlak dan ada di atas segala kesempurnaan yang terpahami.*

Kata quddus memiliki makna yang berbeda dengan sabbah. Kedua kata ini di dampingkan dalam QS. Al-Baqarah (2)/30,

 _"Padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan meng-quddus-kan Engkau"._

_Taqdis_ adalah menyucikan-Nya dari tidak mutlaknya kesempurnaan, sedangkan _tasbih_ berasal dari akar kata sa-ba-ha yang berarti 'hanyut' atau "menjauh". *Bertasbih* adalah menjauhkan diri dari segala dugaan terhadap Alloh maupun prasangka buruk atas kehendak-Nya, dan membiarkan diri hanyut dalam kekaguman atas kesempurnaan-Nya maupun hanyut dalam kehendak-Nya. *Ke-quddus-an Alloh adalah mutlak, dan Ia sama sekali tidak membutuhkan pengakuan akan hal itu.*

🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌

Sewaktu masih kecil, Nabi Muhammad SAW tinggal di dusun. Ia ikut menggembala kambing bersama saudara sepersusuannya, putra Halimah.

Suatu hari saat sedang menggembala tiba-tiba Nabi didatangi dua malaikat menyerupai manusia.
Mereka adalah malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Mereka membawa Nabi dan membelah dadanya. Dadanya dibersihkan dari kotoran dan disucikan. Setelah itu Nabi dilepaskan.

Nabi Muhammad SAW kemudian tumbuh menjadi manusia yang berhati bersih dan memiliki akhlak mulia. Karena keluhuran akhlaknya, Nabi Muhammad SAW dijuluki al amin. Yaitu orang yang dapat dipercaya.

Alloh SWT tidak pernah melakukan kekeliruan, kealpaan, ketidakmampuan atau kecacatan.
Sehingga Alloh SWT memiliki nama Al Quddus, yaitu Maha Suci.

Alloh SWT berfirman:

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ *الْقُدُّوْس*ِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Alloh. Maha Raja, *Yang Maha Suci*, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
QS. Al-Jumu'ah (62)/1

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids dengan penyesuaian
#sesuai kelengkapan tarikh Nabi Muhammad SAW


Al Mudzil-Maha Menghinakan




🌟Asmaul Husna🌟
*Al Mudzill* ( المُذِلُ )
_Maha Menghinakan_


Lafal Al-Mudzillu mempunyai arti atau mengandung makna bahwa Alloh Subhanahu Wata'ala, adalah Dzat yang menundukkan orang yang dikehendaki-Nya dengan jalan menghinakannya. Berakhlak dengan kedua ism ini *mengharuskan seseorang agar memuliakan kepada siapa yang diperintahkan supaya dimuliakan dan menghinakan kepada siapa yang diperintahkan supaya dihinakan.*

Al Mudzill secara bahasa berarti menimpakan kehinaan.
Alloh Al Mudzill, *artinya Alloh menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki menurut hikmah kebijaksanaan-Nya*. Misalnya,
Alloh menghinakan orang-orang musyrik, kafir, dan munafik karena kedurhakaan mereka.

Alloh memiliki otoritas untuk memuliakan dan menghinakan hamba-Nya. *Seorang hamba dimuliakan karena amalnya, demikian juga hamba yang lain dihinakan karena perbuatannya*.
Alloh memuliakan dan menghinakan hamba-Nya atas dasar ilmu juga keadilan-Nya.
Alloh tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, tetapi hamba itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.

_"Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.Di tangan Engkaulah.segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha.Kuasa atas segala sesuatu."_
Q.S. Ali 'Imran (3)/26

*Seorang muslim yang memahami Asma Alloh yang satu ini senantiasa waspada dan hati-hati, sebab bisa jadi kehormatan dan kemuliaan yang kini disandangnya menjadi batu ujian yang justru bisa membalikkan posisinya.*

Jika saat ini diberi amanah harta dan kekayaan, ia tidak bangga apalagi menyombongkan diri. Ia tetap tawadhu (rendah hati) sekalipun kekayaannya melimpah, anak buahnya banyak, dan orang lain memberi penghormatan karena kebaikan dan kedermawanannya. Ia sadar bahwa harta dan kekayaannya adalah amanah dan titipan Alloh agar ia mampu membagikan kesejahteraan kepada yang lain.
Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah perantara untuk menyejahterakan kaum fakir dan miskin.

Seorang Muslim yang menyadari hakikat Asma Alloh, Al-Mudzil senantiasa hati-hati dalam menggunakan harta kekayaannya. Ia tidak semena-mena membelanjakannya, apalagi untuk kemaksiatan. *Sebaliknya, seluruh hartanya hanya dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menyantuni fakir miskin, keperluan dakwah dan jihad fi sabilillah.*

Pangkat dan jabatan tak jarang menjadikan manusia lupa diri. Dengan pakaian seragam militer, polisi, dokter, atau kepegawaian, kadang seseorang merasa terhormat.
Apalagi jika di pundaknya atau di dadanya terselip simbol-simbol tertentu.
*Tiba-tiba timbul dalam dirinya keinginan untuk dihormati dan dihargai. Ia merasa lebih dari yang lain. Hatinya merasa terkoyak bila ada orang yang tidak memedulikannya.*

Di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa orang-orang yang menjauhkan diri dari Alloh dan mengingkari ayat-ayat-Nya akan ditimpakan kehinaan.
Salah satu dari mereka adalah orang-orang Yahudi, sebagaimana diceritakan dalam Al Qur'an, _"Mereka diliputi *kehinaan* di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (dien) Alloh dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Alloh dan (selalu) diliputi kesengsaraan."_
Q.S. Ali 'Imran (3)/112

_"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi *kehinaan*..."_
Q.S. Yunus (10)/27

Akhirnya, marilah kita berdoa,
_*"Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat.Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji"*_
Q.S. Ali 'Imran(3)/194

******************

Hakam bin Ash sering menghina Rosululloh SAW. Ketika bertemu Rosul, Hakam suka memainkan mulutnya berkomat-kamit dan hidungnya dicungirkan untuk mengejek Rosul.

Karena terus-menerus menghina Rosul, Alloh SWT kemudian memberikan hukuman pada Hakam.
Bentuk hidung dan mulut Hakam tiba-tiba berubah menjadi sangat jelek. Hakam menyesali perbuatannya, namun wajahnya tak bisa kembali seperti semula. Dia pun menjadi hinaan orang-orang.
Beberapa lama kemudian ia sakit dan meninggal dunia.

Alloh berkuasa merendahkan dan melemparkan seseorang dalam kehinaan dan kerendahan. Sehingga Alloh memiliki nama _*Al Mudzill*_. Yaitu Maha Menghinakan.

Alloh SWT berfirman:

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ *وَتُذِل*ُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ  بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ  اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan* siapa pun yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
QS. Ali 'Imran (3)/26

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids dengan penyesuaian
#sesuai kelengkapan tarikh Nabi Muhammad SAW

Al Aziz-Maha Perkasa



🌟Asmaul Husna🌟
*Al 'Aziiz* ( العَزِيْزُ )
_Maha Perkasa_


Saat itu Nabi Daud as. masih berusia 9 tahun. Namun sungguh menakjubkan.. Meski tubuhnya kecil, ia mampu mengalahkan Jalut, musuh bangsanya yang kejam. Padahal, setiap lelaki dari kaum Nabi Daud tidak ada yang sanggup mengalahkan Jalut yang gagah perkasa. Ketika berhadapan dengan Jalut, Nabi Daud ibarat anak kecil yang melawan seorang raksasa.

Jalut adalah seorang pemimpin yang sombong. Ia menganggap remeh ketika melihat Nabi Daud kecil menantangnya. Namun, Alloh SWT *Yang Maha Perkasa* memberikan kekuatan dan keberanian kepada Nabi Daud as.

Meski Nabi Daud hanya bersenjatakan batu, berkat pertolongan Alloh SWT, dia berhasil mengalahkan Jalut. Subhanalloh! Sungguh luar biasa!

Alloh Maha Perkasa.
Dia tidak dapat ditaklukkan.
Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan dan melemahkan-Nya.
Sehingga Alloh memiliki nama *Al 'Aziiz* yaitu *Maha Perkasa*

Allah SWT berfirman:

يٰمُوْسٰۤى اِنَّـهٗۤ اَنَاۡ اللّٰهُ *الْعَزِيْزُ* الْحَكِيْمُ

"(Allah berfirman), Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, *Yang Maha Perkasa*, Maha Bijaksana,"
(QS. An-Naml 27: Ayat 9)

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids

Al Muhaimin-Maha Memelihara



🌟Asmaul Husna🌟
*Al Muhaimin*
_Maha Memelihara_


Alloh SWT telah memelihara Ka’bah sejak Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as. dan putranya Nabi Ismail as.

Suatu ketika, Raja Abrahah dari Afrika berencana untuk menghancurkan Ka’bah. Ia ingin menghina bangsa Arab dan mencegah orang-orang melaksanakan ibadah ke Ka’bah.

Raja Abrahan dan pasukan bergajah kemudian datang ke Mekkah untuk menyerang Ka’bah.
Namun, Alloh Yang Maha Memelihara mengirimkan pasukan burung Ababil.
Burung-burung ini serentak menjatuhkan batu-batu panas menghancurkan pasukan bergajah Abrahah.
Raja Abrahah dan pasukannya berlarian kalang kabut.
Mereka mengalami kekalahan besar dan tidak jadi  menghancurkan kabah. 🐘

Alloh mengawasi dan melindungi seluruh ciptaaan-Nya yang terdapat di alam ini. Sehingga Alloh memiliki nama indah Al *Muhaimin, Maha Memelihara*.

Alloh SWT berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ  اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ  الْمُؤْمِنُ *الْمُهَيْمِن*ُ الْعَزِيْزُ الْجَـبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۗ  سُبْحٰنَ اللّٰهِ  عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

"Dialah Alloh, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, *Pemelihara Keselamatan,* Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan."
QS. Al-Hasyr (59)/23

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
#sumber: new asmaul husna for kids

Selasa, 06 Februari 2018

Al Malik - Maha Raja



Fir’aun adalah seorang raja Mesir yang terkenal sombong. Dia berkuasa pada masa Nabi Musa as. dan Nabi Harun as.

Selain sombong, Fir’aun juga dikenal kejam. Dia sering menyiksa rakyatnya yang tidak mau tunduk padanya.

Fir’aun mengaku dirinya adalah tuhan. Fir’aun mengharuskan rakyatnya menyembahnya.

Alloh SWT lalu membalas kesombongan Fir’aun. Sehebat apapun Fir’aun, kekuasaannya begitu kecil jika dibandingkan dengan kehebatan dan kekuasaan Alloh Yang Maha Merajai Alam semesta.

Ketika Fir’aun dan pasukannya mengejar Musa as. dan umatnya menyeberangi lautan, Alloh SWT menenggelamkan Fir’aun dan pasukannya ke dalam Laut Merah. Sementara Nabi Musa as. dan umatnya selamat sampai ke daratan.

Alloh SWT Maha Merajai dan merupakan Pemilik dan Raja seluruh alam. Sehingga Alloh memiliki nama Al Malik, yaitu Maha Raja.

Alloh SWT berfirman:

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَـقُّ   ۚ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ  رَبُّ الْعَرْشِ الْـكَرِيْمِ

"Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) 'Arsy yang mulia."
QS. Al-Mu'minun (23)/116

Fenomena Zaman Now



Fenomena saat ini orang begitu menyepelekan dengan apa yg disebut berbuat dosa. Umumnya orang berpemahaman bahwa ketika ia melakukan perbuatan yang dilarang Alloh, yaitu perbuatan seperti: mencuri, membunuh, mimum-minuman keras, berjudi, berzina dsb.
Mereka menganggap perbuatan tersebut adalah perbuatan maksiat, maka ketika ia ketahuan melakukannya akan ada respon malu yang akan ia munculkan. Sementara ketika mereka tidak melakukan perbuatan yang diperintahkan Alloh, seperti meninggalkan sholat, tidak membayar zakat, tidak berpuasa, lalai dari amanah, dsb. Umumnya tidak pernah terbersit dalam pikirannya bahwa mereka itu telah berbuat maksiat. Maka tidak jarang walaupun ia ketahuan melakukannya, dirinya lempeng-lempeng saja.. tiis-tiis saja, seolah olah dirinya tidak merasa berbuat dosa. Padahal jelas jelas melakukan perbuatan yang dilarang Alloh dan meninggalkan perbuatan yang deperintahkan Alloh itu adalah berdosa. Maka setiap perbuatan yang menghasilkan dosa adalah maksiat.
Maka bersyukurlah bagi mereka yang memahami bahwa melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh adalah suatu bentuk ibadah, sementara menjalankan perbuatan yang dilarangan Alloh dan lalai bahkan meninggalkan perbuatan yang di perintahkan Alloh adalah salah satu bentuk maksiat. Jika seperti itu sikapnya, maka selanjutnya dirinya akan berfikir berkali-kali, mempertimbangkan segala apa apa yg akan diperbuatnya.. Bernilai amal sholehkah? atau bernilai amal salah kah?

Fenomena berikutnya, umumnya orang berpemahaman bahwa Alloh akan memaafkan setiap perbuatan dosa, kecuali berbuat dosa dalam kemusyrikan. Maka berikutnya orang itu dgn mudahnya melakukan perbuatan yg mereka anggap nilai dosanya kecil, seperti berbohong, ingkar janji, berkhianat, menghina, mencaci-maki..dsb. Mereka menganggap dosa tersebut akan mudah dihapus karena perbuatan tersebut bukanlah perbuatan musyrik.

Padahal jika kita kaji lebih dalam, apakah ada perbuatan dosa sekecil apapun yang tidak mengandung unsur kemusyrikan didalamnya? Jelas tidak ada.

Contohnya:
Ketika seseorang meminjam motor temannya. Tanpa sengaja ia motornya terjatuh hingga kaca spionnya pecah, maka tatkala motor tersebut dikembalikan kpada sang pemiliknya, sang pemilik motor tersebut menanyakan "kenapa kaca spionnya bisa pecah seperti ini?"

Orang yang meminjam tersebut pastilah berfikir terlebih dahilu sebelum ia menjawab. Saat itulah akan ada dua bisikan yg akan ia terima dlm hatinya. Kata Malaikat: "jujurlah kamu, dgn begitu kamu akan terhindar dari dosa berbohong, kemudian kamu akan bisa mempertanggung jawabkannya di dunia daripada harus mempertanggung jawabkannya nanti di Akhirat".

Namun berbeda dgn bisikan yang ia dengar dari iblis: "Sembunyikanlah kesalahanmu dgn sedikit berbohong, dgn begitu temanmu takan menyalahkanmu, dan juga engkau tak perlu bertanggung jawab untuk memperbaikinya, perihal dosa nanti juga kamu bisa menghapusnya dgn sholat dan semacamnya".

Maka tatkala orang tersebut lebih memilih mengikuti bisikan iblis ketimbang perkataan dari malaikat yang bersumber dari Alloh maka saat itu pula ia telah berbuat kemusyrikan.

Karena musyrik iti adalah perbuatan yg menyekutukan Alloh, tidak taat dan patuh 100% kepada Alloh, tercampur dengan ketaatan selain kepada Alloh.

Maka jelaslah ketika seseorang memahami bahwa tidak ada dosa sekecil apapun yang tidak tercampuri kemusyrikan didalamnya, maka ia akan berhati hati dalam setiap tindak-tanduknya, karena jika ia melakukannya maka ia takan mampu menjamin Alloh akan memaafkannya.

Alloh SWT berfirman:

"Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Alloh, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar".
QS. An-Nisa' (4): 48

Alloh SWT berfirman:

"Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Alloh dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Alloh, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
QS. An-Nisa' (4)/116

Lantas sesungguhnya dosa yg seperti apa yg pasti akan Alloh ampuni, dosa yang akan terampuni adalah, dosa yang kita buat dengan tidak ada unsur kesengajaan, lupa ataupun terpaksa...

Alloh SWT berfirman:

"Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
QS. An-Nahl (16)/119

Semoga kita semua termasuk orang orang yg terlindung dari perbuatan dosa..
Aamiien ya robbal alamien...

 
Copyright © 2013 Belajar Takwa
Design by FBTemplates | BTT